Tentang Kami

Alat Kesehatan

Alat Olah Raga

Order

Info Sehat

Suplement

Obat

Solusi Belanja Murah & Mudah

Langsung dari Importir, Tanpa Distributor, Tanpa Agen, Tanpa Toko, Tanpa Karyawan, Tanpa Repot

Menerima Pesanan Selain Yang ada di daftar Kami

 

 

Ozonizer

Hidup di tengah lautan polutan  memang mengerikan.  Begitulah  kenyataannya.  Kita  hidup di tengah  bahaya  racun-racun  yang  ada di sekeliling kita. Dalam buah-buahan atau sayuran,  kini  banyak terdapat pestisida dan GMO yang membahayakan  tubuh. Lalu  dalam  bahan makanan  olahan,  sering dinyatakan  banyak kandungan  pewarna  rodhamin. Di dalam daging  dan ikan ada   merkuri, plumbum, chlor,  tetrasiklin, dan racun  tubuh lainnya. Pendek  kata,  serangan  racun-racun   itu  terus  menguntit ke mana pun kita pergi atau apa pun  yang kita makan.

Guna  mengurangi   beban ancaman racun berbahaya itu masuk kedalam tubuh kita,  ada Ozonizer. Produk ini  berfungsi mengalirkan ozon  yang  dapat menghilangkan  zat-zat kimia yang terkandung dalam bahan bakanan (daging/ayam)  ataupun sayuran dan buah-buahan. Ozonizer   dapat membunuh  semua jenis bakteri, kuman  dan virus pada air dan makanan, mensterilisasi dan menghilangkan bau yang berasal dari makanan, serta  menjernihkan  udara  dalam ruangan.  Ozonizer  mensterilkan sumber makanan rawfood, makanan mentah  tanpa dimasak.

dengan mengalirkan pada air dapat digunakan membersihkan,mengawetkan Dll. bahkan kita dapat berendam didalam air ozone.(terapi ozone)

 

Pengawetan Buah dan Ikan Lewat Proses Ozon


JAKARTA, Investor Daily tabloid nova
Pelaku industri pertanian dan perikanan kini tak perlu lagi menggunakan formalin sebagai bahan pengawet buah dan sayuran atau ikan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengembangkan proses pengawetan buah, sayuran dan ikan dengan teknologi ozon yang relatif aman bagi kesehatan sebagai pengganti formalin.

Dr Anto Tri Sugiharto, seorang peneliti LIPI pada bidang Kalibrasi, Instrumen dan Metrologi (KIM) telah berhasil mengembangkan proses pengawetan dengan air berozon itu, mengatakan, proses pencucian dengan air berozon itu sebenarnya telah dilakukan sejak 2005. Itu diawali dengan ditemukannya pengolahan limbah zat cair dengan sistem ozon pada 2004.

Tapi teknologi hasil pengembangannya itu baru diujicobakan untuk mengawetkan tomat hasil panen di Balai Penelitian Sayuran Departemen Pertanian (Deptan) di Lembang, Bandung pada 2006. Latar belakang ujicoba itu, menurut dia, karena Deptan mengalami masalah dengan tomat hasil panen yang masih banyak mengandung pestisida dan cepat busuk karena mengandung bakteri.

“Seteleh kami lakukan proses pencucian menggunakan teknologi ozon, untuk membunuh bakteri dan meluluhkan pestisida, ternyata tomat hasil panen itu dapat bertahan dalam kondisi segar selama 27 hari. Padahal dengan pencucian biasa, tomat biasanya hanya tahan selama satu minggu,” terang Anto saat menjelaskan hasil temuannya itu kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (16/3).

Selain menjadi lebih tahan lama, lanjut Anto, tomat yang telah disterilisasi dengan teknologi ozon juga sangat layak untuk dikonsumsi. Pasalnya, dibandingkan formalin yang dapat melekat secara permanen pada bahan baku makanan, ozon dapat langsung hilang menjadi oksigen sehingga tidak ada zat yang tertinggal.
 

Harga Rp 1.200.000,-

order

Back

 

 

 

Jl. Kutai No. 16, Alam Cirendeu 04/12 Pisangan Ciputat, Jakarta Selatan, Email : segarsehat@yahoo.com

021-74710363, 08161358186 (Mentari), 087877046002 (XL)